Semua yang Perlu Diketahui Tentang Laktasi

Bayi yang baru saja lahir sangat membutuhkan nutrisi dari ASI. Untuk itu, ibu hamil sebaiknya tidak hanya melakukan persiapan persalinan, tapi juga mempersiapkan proses laktasi sebelum bayi lahir. Persiapan ini dapat membantu kesuksesan Anda dalam memberikan ASI pada buah hati anda.

Laktasi Adalah

Laktasi adalah sebuah proses menyusui yang dimulai dari produksi ASI hingga pemberian ASI kepada bayi. Banyak orang menganggap bahwa proses ini merupakan proses alami yang mudah dilalui oleh para ibu.

Namun, proses menyusui ini terkadang juga mengalami kendala sehingga ibu tidak dapat memberikan ASI secara maksimal kepada bayinya. Oleh karena itu, ibu hamil perlu membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang menyusui dan jika diperlukan berkonsultasi dengan dokter mengenai hal tersebut.

Proses menyusui sejatinya terbagi dalam dua tahap, yaitu produksi dan sekresi.

  1. Produksi ASI

Tahap produksi ASI sudah dimulai dari saat ibu mengandung. Hal ini ditandai dengan perubahan bentuk payudara. Pada saat ini, tubuh mulai memproduksi hormon prolaktin yang berfungsi menghasilkan ASI.

Pada awalnya, kadar hormon ini masih rendah dan selanjutnya akan meningkat drastis mencapai kadar tertinggi ketika ibu telah melahirkan bayinya. Sehingga, ibu memiliki ASI yang cukup untuk diberikan kepada sang bayi.

ASI pertama yang dihasilkan oleh ibu disebut kolostrum dan sangat baik untuk bayi. Hormon prolaktin akan meningkat ketika bayi menyusu. Hal ini agar tubuh ibu mampu memproduksi ASI untuk sesi pemberian ASI berikutnya.

  1. Sekresi ASI

ASI yang telah diproduksi dalam kelenjar payudara tidak dapat mengalir keluar tanpa adanya hormon oksitoksin. Hormon ini memiliki peran penting dalam sekresi ASI.

Kadar hormon tersebut akan meningkat sebelum dan selama ibu menyusui bayi. Tingkat hormon oksitoksin pada tubuh ibu dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu. Ibu yang bahagia dan berpikir positif akan memiliki kadar oksitoksin yang tinggi. Sehingga, ASI si ibu keluar dengan lancar.

Akan tetapi, ibu yang stress atau banyak pikiran negatif akan memiliki kadar oksitoksin rendah. Akibatnya ASI mereka tidak lancar dan bayi mengalami kekurangan nutrisi dan cairan. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu untuk tetap rileks dan berpikir positif ketika menyusui.

Baca Juga : Serangkaian Tes Lab Kehamilan di Trimester Pertama

Ruang Laktasi

Kenyamanan sangat diperlukan dalam proses pemberian ASI ataupun memerahnya. Hal ini dapat membantu ibu tetap rileks sehingga mampu menghasilkan banyak ASI dan ASI tersebut dapat keluar dengan lancar.

Kenyamanan juga membantu bayi melakukan pelekatan pada puting ibu dengan benar sehingga ia mampu menghisap dan menelan ASI dengan baik. Untuk menunjang kenyamanan ini, berbagai klinik kehamilan dan kesehatan wanita serta instansi dan fasilitas umum menawarkan ruang laktasi.

Ruang ini merupakan fasilitas khusus bagi ibu menyusui yang memungkinkan mereka untuk menyusui atau memerah ASI dengan nyaman selama bekerja. Pembangunan ruangan ini harus dilakukan sesuai dengan Permenkes.

Beberapa kriteria ruang menyusui adalah:

  • Luas ruangan 3×4 m.
  • Ruangan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik serta jauh dari kebisingan.
  • Ruang menyusui harus memiliki pintu untuk menjaga privasi dan kenyamanan ibu menyusui.
  • Ruangan dilengkapi dengan wastafel.
  • Ruangan dilengkapi dengan peralatan penunjang menyusui, contohnya lemari pendingin untuk menyimpan ASI perah, kursi dengan sandaran, meja, dispenser, dan tempat sampah.

Mengatasi Berbagai Permasalahan Laktasi

Pijat Laktasi

Meski menyusui merupakan proses alami, namun tak jarang para ibu mengalami gangguan menyusui. Beberapa masalah yang sering dialami para ibu adalah ASI tidak lancar, produksi ASI kurang, dan terjadi sumbatan pada payudara.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat mencoba untuk melakukan pijat laktasi. Terapi pijat ini dapat dilakukan saat ibu baru saja melahirkan dan saat payudara bengkak karena ASI tidak rutin diperah,

Terapi tersebut sebaiknya dilakukan selama minimal 15 menit sebelum Anda menyusui atau memerah ASI. Pastikan bahwa tangan Anda bersih dan sediakan minyak pijat alami, misalnya minyak kelapa dan olive oil. Langkah pijat ini adalah sebagai berikut.

  1. Posisikan tubuh dalam posisi duduk, dianjurkan untuk melakukannya di depan kaca agar lebih mudah melakukan pemijatan.
  2. Tuangkan minyak ke telapak tangan, gosok kedua telapak tangan.
  3. Angkat salah satu payudara menggunakan tangan kiri dan tahan bagian atas payudara ini menggunakan tangan kanan. Lakukan gerakan memutar yang berlawanan arah untuk masing-masing tangan. Ulangi sebanyak 20 kali.
  4. Letakkan tangan kanan dan kiri pada kanan dan kiri salah satu payudara. Lakukan gerakan naik turun secara bergantian. Ulangi sebanyak 20 kali.
  5. Letakkan 4 jari kanan di area sekitar puting dan gerakkan jari tersebut secara melingkar. Ulangi sebanyak 20 kali atau sampai sumbatan terasa hilang.
  6. Letakkan 4 jari di bagian atas puting dan jempol di bagian bawah puting. Lakukan gerakan melingkar sebanyak 20 kali.
  7. Lakukan pijatan lembut dari arah bawah ketiak menuju area puting.
  8. Ulangi pijatan-pijatan di atas pada payudara sisi lainnya.

Klinik Laktasi Bekasi

Jika Anda mengalami masalah menyusui atau ingin mengedukasi diri tentang proses menyusui, Anda dapat mengunjungi klinik laktasi kami di Bekasi. Dokter kami akan membantu Anda mengatasi berbagai masalah laktasi sehingga Anda dapat menyusui dengan lancar.

Selain itu, dokter kami juga akan mengedukasi Anda tentang menyusui, misalnya frekuensi pemberian ASI, tanda bayi memperoleh cukup ASI, dan asupan makanan yang dapat membatu ibu memproduksi banyak ASI. Sehingga, Anda benar-benar siap memberikan ASI bagi bayi anda.

Pemberian ASI pada bayi memiliki manfaat yang sangat banyak bagi ibu ataupun bayi. Oleh karenanya, ibu perlu mengetahui banyak hal tentang proses laktasi. Sehingga, ibu dapat memperoleh keberhasilan dalam menyusui. Jika Anda mengalami masalah menyusui, jangan ragu untuk menghubungi kami.