Di antara banyaknya keluhan saat mengandung, merasa lemah dan lesu bisa jadi salah satunya. Utamanya, ketika usia kehamilan menginjak trimester kedua dan ketiga.

Tapi tak perlu khawatir, Ibu bisa mencegah sekaligus mengatasinya dengan cara sederhana: Menyesuaikan asupan nutrisi. Selain itu, mengonsumsi vitamin atau suplemen kehamilan terutama yang mengandung zat besi juga bisa jadi pilihan untuk mengusir anemia.

Apa itu anemia saat hamil?

Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak memproduksi cukup sel darah merah. Ketika sel darah merah tidak tercukupi, sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh pun terhambat. Konsekuensinya, muncul gejala seperti terus menerus merasa lesu.

Lebih jauh lagi, anemia yang dibiarkan tanpa penanganan bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Salah satunya adalah persalinan prematur. Oleh sebab itu, setiap kali jadwal pemeriksaan kandungan berkala, Ibu perlu menyampaikan kepada dokter apabila ada gejala yang tidak biasa.

Gejala anemia saat hamil

Terkadang, ibu hamil salah mengira gejala anemia sebagai keluhan biasa saat mengandung. Mirip, memang. Bahkan, bukan tidak mungkin ibu hamil tidak sadar sama sekali tengah mengalami anemia hingga terlihat di hasil pemeriksaan darah.

Beberapa gejala anemia yang mungkin muncul di antaranya:

  • Lelah luar biasa
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Tangan dan kaki terasa kebas
  • Kulit pucat
  • Nyeri dada
  • Mudah tersinggung

Mengapa ibu hamil rentan alami anemia?

Penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah kekurangan zat besi. Ketika usia kehamilan menginjak 24 minggu, volume darah di dalam tubuh meningkat hingga 45 persen untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin dalam kandungan.

Artinya, kebutuhan sel darah merah akan hemoglobin juga meningkat. Hemoglobin ini adalah protein kaya zat besi yang mendistribusikan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Untuk memproduksi hemoglobin, tubuh perlu zat besi. Ibu hamil perlu 2 kali lipat lebih banyak zat besi ketimbang orang yang tidak sedang mengandung.

Tanpa adanya suplai zat besi yang mencukupi, produksi sel darah pun jadi lebih lambat. Konsekuensinya, suplai oksigen sebagai sumber energi lebih sedikit. Itulah jawaban mengapa ibu hamil rentan mengalami anemia.

Lebih jauh lagi, ada beberapa faktor risiko yang membuat ibu hamil lebih rentan merasakan anemia, seperti:

  • Mengandung lebih dari satu bayi
  • Frekuensi muntah akibat morning sickness tinggi (hyperemesis gravidarum)
  • Jarak terlalu dekat antar-kehamilan
  • Memiliki riwayat medis anemia
  • Memiliki riwayat haid berlebihan (menorrhagia)

Selain kekurangan zat besi, ada pula penyebab lain terjadinya anemia seperti masalah tiroid, kekurangan vitamin B12, kekurangan vitamin C, atau asam folat.

Cara mencegah anemia saat hamil

Baik pencegahan maupun perawatan anemia saat hamil cukup mudah, yaitu memperbanyak asupan zat besi. Dokter spesialis kandungan akan memberikan suplemen zat besi.

Untuk memaksimalkan penyerapannya dalam tubuh, konsumsi bersamaan dengan vitamin C seperti jus jeruk. Namun, hindari mengonsumsinya bersamaan dengan kalsium karena justru menghambat penyerapan.

Ingat pula bahwa kapan mengonsumsi zat besi juga tak kalah krusial. Selama 1 jam sebelum hingga 2 jam setelah minum suplemen zat besi, hindari konsumsi susu, keju, yogurt, bayam, gandum utuh, kopi, dan juga teh. Alasannya karena makanan dan minuman itu bisa menghambat penyerapan zat besi.

Penuhi asupan zat besi ibu hamil

Sebelum mengandung, idealnya seorang perempuan mendapat asupan zat besi sebanyak 18 miligram per hari. Namun setelah dinyatakan berbadan dua, asupannya harus 27 miligram per hari.

Bukan hanya dari suplemen, Ibu juga disarankan mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti:

  • Daging rendah lemak
  • Daging organ
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran berdaun hijau
  • Dark chocolate
  • Kentang

Perlu diingat pula bahwa sumber zat besi dari hewani seperti daging lebih mudah diserap tubuh ketimbang zat besi dari nabati. Mengonsumsi nutrisi seimbang selama hamil bukan hanya mencegah anemia, namun juga memastikan si kecil dalam kandungan mendapat asupan terbaik.

Jangan lupa, Ibu juga perlu mendiskusikan dengan dokter spesialis kandungan apabila ada gejala tidak biasa yang muncul seperti terus menerus merasa lesu.

Sumber:

AJOG. https://www.ajog.org/article/S0002-9378(20)30328-8/abstract

Turkish Journal of Obstetrics and Gynecology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5558393/

Women’s Health. https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.2217/whe.15.35

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here